Kelezatan Berlapis dari Maluku: Mengenal Pesona Lapis Tidore

Wisata

Lapis Tidore merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang sarat makna dan cita rasa autentik. Berasal dari Pulau Tidore di Maluku Utara, kue tradisional ini bukan sekadar hidangan penutup, melainkan simbol kekayaan budaya maritim yang telah diwariskan turun-temurun. Berbeda dengan lapis legit pada umumnya, Lapis Tidore memiliki karakteristik khas yang membedakannya.

Fakta unik pertama terletak pada proses pembuatannya yang masih menggunakan teknik tradisional. Setiap lapisan adonan yang terdiri dari tepung beras, gula aren, dan santan kental harus dipanggang secara manual satu per satu di atas tungku kayu bakar. Proses ini membutuhkan kesabaran ekstra karena satu loyang bisa memakan waktu hingga empat jam untuk menghasilkan 15-20 lapisan yang sempurna. Teksturnya pun lebih padat dan kenyal dibanding lapis modern, dengan aroma asap kayu yang memberikan dimensi rasa tersendiri.

Yang menarik, warna cokelat khas Lapis Tidore berasal dari gula aren pilihan yang diproduksi lokal, bukan dari pewarna buatan. Rasa manisnya pun tidak berlebihan—cenderung gurih dengan sentuhan hangat rempah seperti kayu manis dan cengkeh yang disesuaikan dengan selera masyarakat pesisir. Dahulu, kue ini hanya disajikan pada acara adat dan upacara penyambutan tamu kehormatan, menunjukkan statusnya sebagai hidangan istimewa.

Hingga kini, Lapis Tidore tetap dipertahankan keasliannya oleh para perempuan Tidore sebagai bentuk pelestarian identitas budaya. Keberadaannya mengingatkan kita bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada cerita dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bagi pecinta kuliner yang ingin merasakan sensasi berbeda, Lapis Tidore layak masuk daftar kuliner wajib coba. Untuk informasi lebih lanjut tentang destinasi kuliner menarik lainnya, kunjungi Joker11.