Forum Peduli Bahasa Tidore baru-baru ini melakukan kunjungan penting ke Kantor Balai Bahasa Maluku Utara. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan bagian dari upaya nyata untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan bahasa daerah yang kian tergerus arus globalisasi. Dalam pertemuan tersebut, para anggota forum menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap minimnya penggunaan bahasa Tidore di kalangan generasi muda, terutama dalam ruang publik dan pendidikan.
Maksud dan tujuan utama kunjungan ini adalah membuka dialog kolaboratif dengan pihak Balai Bahasa guna merancang strategi bersama dalam revitalisasi bahasa Tidore. Beberapa usulan konkret diajukan, seperti penyusunan kamus digital, pelatihan guru lokal, hingga integrasi materi bahasa Tidore dalam kurikulum sekolah di wilayah Tidore Kepulauan. Pihak Balai Bahasa menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh setiap langkah yang diambil oleh forum.
Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tapi juga wadah identitas budaya dan sejarah suatu komunitas. Tanpa upaya sadar dan sistematis, bahasa-bahasa seperti Tidore berisiko punah dalam beberapa dekade ke depan. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat sipil, akademisi, dan lembaga pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga warisan linguistik ini tetap hidup.
Langkah Forum Peduli Bahasa Tidore patut diapresiasi sebagai bentuk cinta tanah air yang dimulai dari akar budaya sendiri. Di tengah hiruk-pikuk dunia digital, menjaga bahasa ibu sama pentingnya dengan melestarikan adat dan tradisi. Untuk informasi lebih lanjut tentang gerakan pemberdayaan komunitas, kunjungi Indobet.